Dahulu Asing Sekarang Berteman di Dalam Kristus

Siapa yang Membimbing Hidupmu?

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Hakim-hakim 17:6 TB

Di zaman dahulu masyarakat membawa masalah sengketa mereka kepada raja mereka untuk mendapatkan keadilan seperti dalam kasus dua wanita pelacur yang bersengketa masalah anak, dan raja Salomo memutuskan sengketa mereka dengan bijaksana (1 Raja-raja 3:16-28).

Tetapi pada zaman Hakim-Hakim bangsa Israel tidak memiliki raja sehingga tidak ada yang membimbing hidup mereka. Setiap orang melakukan apa yang benar menurut pandangan mereka sendiri. Kita bisa bayangkan suburnya kejahatan dan kekacauan di zaman itu.

Tuhan sudah memberikan firman-Nya untuk membimbing anak-anak-Nya supaya kita tidak melakukan apa yang benar menurut pandangan kita sendiri, melainkan mau dibimbing oleh firman Tuhan.

Tidak Percaya Diri

Untuk mau dibimbing oleh firman Tuhan bukan sesuatu hal yang mudah karena hal ini bertentangan dengan tabiat kita manusia yang suka mengandalkan diri sendiri, dan melawan arus ajaran dunia yang mempromosikan kehebatan manusia.

Salah satu tanda seorang anak Tuhan adalah ia menyadari akan kelemahan dirinya dan sudah melihat bahwa tidak ada sesuatu di dalam dirinya yang bisa diandalkan sehingga ia tidak lagi mempercayai dirinya, tetapi menaruh kepercayaannya hanya kepada Tuhan.

Hal ini bukan berarti ia lemah, tetapi sebaliknya ia kuat karena kekuatannya ada di dalam Tuhan.

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,

dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Amsal 3:5 TB

Semakin saya berumur semakin saya melihat bahwa pikiran kita manusia tidak dapat dipercaya. Contoh sederhana sehari-hari, ketika saya mengirim pesan kepada seseorang, ketika orang itu tidak menjawab pesan saya dalam sehari, pikiran saya mulai menduga-duga, dan dugaan saya ini ternyata keliru.

Pikiran kita bisa menduga-duga dan bahkan menyimpulkan kesimpulan yang salah. Penting buat kita untuk tidak mengikuti pikiran kita sendiri, tetapi bersandar kepada firman Tuhan.

Ketika pikiran saya mulai menduga-duga, dengan segera saya tolak dan saya memilih untuk mempercayai janji-janji Tuhan. Hal ini sangat menolong saya untuk tidak membiarkan pikiran saya berfikir sendiri tanpa bimbingan firman Tuhan.

Melatih Diri

Firman Tuhan diberikan bukan hanya untuk mereka yang bergelar theologia, tetapi juga buat orang awam seperti saudara dan saya. Tuhan Yesus sudah membuka jalan supaya saudara dan saya boleh mengerti firman-Nya dengan pertolongan Roh Kudus.

Saya sangat percaya akan bimbingan Roh Kudus oleh karena itu saya selalu memohon kepada Bapa di sorga sebelum membaca atau mendengar firman Tuhan supaya diberikan Roh hikmat dan pengertian seperti doa Paulus buat orang-orang yang sudah percaya di Efesus.

dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Efesus 1:17 TB

Jangan menunggu sampai kita menghadapi dilema baru mencari bimbingan Tuhan, tetapi mari melatih diri untuk mencari Tuhan lewat firman-Nya setiap hari dan belajar mentaati firman Tuhan mulai dari hal-hal yang sederhana.

Dengan kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan setiap hari, Roh Kudus akan memperbaharui cara pikir kita (Roma 12:1-2) dan lama kelamaan kita akan mulai berfikir seperti Kristus, sehingga ketika kita diperhadapkan oleh dilema, kita akan memiliki hikmat untuk memutuskan apa yang baik dan benar.

Doa

Kiranya Roh Kudus menambahkan kepada sudara dan saya rasa haus akan firman Tuhan sehingga firman-Nya memiliki tempat yang luas dalam hidup kita dan kitapun hidup di dalam otoritas firman Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *