Dahulu Asing Sekarang Berteman di Dalam Kristus

Menghampiri Takhta Tuhan

Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Ibrani 4:16 TB

Takhta adalah gambaran kekuasaan atau pemerintahan. Kita tahu bahwa pemerintahan manusia dibatasi oleh batas-batas geografi dan kependudukan; misalnya bapak Presiden Indonesia tidak bisa seenaknya pergi ke Singapore dan memerintah warga Singapore, begitu juga sebaliknya. Namun pemerintahan Tuhan tidak terbatas oleh tempat dan waktu, tetapi melampaui batas-batas kedaulatan negara dan kehebatan manusia.

Apakah saudara menyadari bahwa ketika saudara berdoa, saudara sedang menghampiri Tuhan dan menghadap Tuhan di takhta-Nya? Nehemiah mengenal Tuhannya dan menyadari kepada siapa dia berbicara ketika ia menghampiri Tuhan di takhta-Nya. Secara manusia tidak mungkin Nehemiah bisa membangun kembali tembok Yerusalem di tengah-tengah tantangan musuh baik dari dalam maupun dari luar, tetapi melalui doa, Tuhan menyediakan pertolongan-Nya.

“Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,”

Nehemiah 1:5 TB

Masalahnya adalah bukan karena kita tidak tahu bahwa Tuhan mahakuasa, tetapi sering kali kita tidak memiliki kesadaran yang dalam akan keberadaan Tuhan. Mereka yang paling sadar akan realitas Tuhan dan kedaulatan-Nya akan berdoa kepada Tuhan dalam menghadapi setiap permasalahan entah itu besar atau kecil, dan melalui doa mereka mendapatkan pertolongan dari Tuhan.

Menumbuhkan Kesadaran

Kesadaran akan siapa Tuhan tidak lahir begitu saja di dalam alam kesadaran manusia, sebaliknya manusia lahir di dalam dosa yang membuat mata hati manusia menjadi gelap sehingga pengenalannya akan Tuhan tidak sesuai realitas. Setelah seseorang dilahirkan kembali di dalam kerajaan Allah, ia mulai memiliki kesadaran akan Tuhan. Kesadaran ini perlu terus bertumbuh supaya mata hatinya semakin mengenali kebenaran Tuhan dan pengertian yang salah boleh ditinggalkan.

Seperti makanan adalah kebutuhan pokok untuk tubuh kita, begitu juga Firman Tuhan adalah makan rohani bagi pertumbuhan dan kesehatan rohani kita. Makanan perlu dimakan dan dicerna supaya bermanfaat untuk tubuh, demikian juga kita perlu menerima Firman Tuhan, menyimpannya di dalam hati, dan melakukannya supaya rohani kita boleh mengalami manfaat dari Firman Tuhan yang kita baca. Tuhan sudah mengatur bagaimana tubuh kita memproses makanan untuk bisa menjadi sumber energy, Tuhan sudah mengatur bahwa dengan mentaati Firman Tuhan, Firman itu menjadi sumber energy buat rohani kita sehingga kesadaran kita akan Tuhan menjadi bertambah.

Kalau saudara belum pernah membaca Alkitab, saya menganjurkan untuk mulai belajar membaca satu pasal setiap hari karena banyak sekali tentang Tuhan yang kita bisa temukan dari membaca Firman Tuhan. Saudara bisa pilih satu kitab misalnya kitab dalam perjanjian baru yang lebih mudah dimengerti. Tuhan sudah memberikan Roh Kudus yang adalah Guru agung untuk mengajar dan memimpin kita di dalam pengenalan akan Kristus, dan Tuhan sudah membuka jalan yaitu doa supaya kita boleh memohon dan Dia boleh menolong.

Tuhan juga sudah menyediakan saudara seiman untuk saling memberi semangat. Saya sarankan untuk mencari teman yang juga rajin membaca Firman Tuhan dan berdoa supaya ada teman untuk diskusi dan saling berbagi berkat rohani.

Kalau pandangan seseorang akan Tuhan semakin sesuai dengan realitas Tuhan, ia akan mulai melihat dirinya melalui terang Tuhan dan sikap hidupnya juga akan mulai mengikuti. Perubahan hidup yang dialami adalah perubahan yang dikerjakan oleh Firman Tuhan dari dalam hati orang itu sehinga ia mulai menyukai Firman Tuhan dan mau berubah.

Menanggapi Tuhan

Tanpa anugerah Tuhan, saudara dan saya tidak bisa diselamatkan dari dosa dan dilahirkan di dalam kerajaan Allah, begitu juga tanpa anugerah Tuhan seseorang tidak bisa mengenal Tuhan dengan benar. Jadi penting untuk saudara memohon anugerah Tuhan supaya mata rohani saudara dibukakan ketika saudara membaca Firman-Nya. Di dalam suratnya kepada jemaat Tuhan di Efesus, Rasul Paulus tidak merasa cukup dengan hanya menjelaskan akan kebenaran Tuhan tetapi ia juga berdoa supaya jemaat diberi pengertian (Efesus 1:18).

Jadi bukan kepandaian manusia yang membuat seseorang mengerti akan Tuhan, tetapi karena anugerah Tuhan melalui doa yang membukakan mata hatinya sehingga ia mulai memiliki kesadaran akan realitas Tuhan.

Ketika saudara membaca Firman Tuhan, saudara boleh menanggapi apa yang saudara baca dengan berdoa kepada Tuhan. Misalnya, saudara membaca tentang keajaiban Tuhan, dan hati saudara tergerak untuk mengagumi Tuhan, saat itu juga saudara bisa berhenti sejenak dan langsung ucapkan kata-kata pujian kepada Tuhan. Dan ketika Firman Tuhan menegur, saat itu juga saudara perlu memohon ampun kepada Tuhan lewat doa.

Dengan saudara melatih diri menanggapi Firman Tuhan dengan berbicara kepada Tuhan, doa saudara juga akan mulai menyesuaikan diri sesuai Firman Tuhan dan iman saudara juga akan mulai berlandaskan Firman Tuhan.

Menghambat Pertumbuhan

Musuh terbesar dalam pertumbuhan rohani adalah mengandalkan diri sendiri. Biasanya anak Tuhan bersemangat membaca Firman Tuhan setelah pulang dari retreat rohani atau setelah ikut kebaktian kebangunan rohani, tetapi semangatnya tidak bertahan lama. Beberapa bulan kemudian api rohaninya menjadi pudar.

Cara manusia adalah dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi cara Tuhan adalah dengan mengandalkan Tuhan Yesus karena seluruh kekuatan dan kebijaksanaan ada di dalam Tuhan Yesus. Semakin sering seseorang sadar akan kelemahannya, semakin sering ia bergantung kepada kekuatan Tuhan, dan semakin sering Tuhan menyatakan kekuatan-Nya. Bagaimana cara seseorang bergantung kepada Tuhan? Dengan berdoa seperti yang kita lihat dalam hidup rasul Paulus.

Rasul Paulus menghadapi banyak tantangan bahkan sampai di penjara, tetapi ia tidak menyerah karena kekuatannya bersumber bukan dari dalam diri sendiri tetapi dari Tuhan, dan walaupun jawaban Tuhan tidak sesuai dengan permohonan Paulus, ia tetap kuat karena Tuhan menyediakan kasih karunia yang artinya Tuhan sendiri yang menjadi kekuatannya.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

2 Korintus 12:9 TB

Doa

Kiranya Firman Tuhan yang hidup menjadi makanan rohani saudara setiap hari dan olehnya Tuhan menganugerahkan saudara kekuatan untuk menghampiri Taktha anugerah-Nya dan mendapatkan pertolongan di dalam setiap situasi yang saudara hadapi.